MEMBANGUN MOTIVASI DI MASA PANDEMI UNTUK KEMBALI MENGUKIR PRESTASI

Oleh : Didik Junaidi, S. Pd

Guru MTsN 14 Jombang

 

            Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan manusia di segala lini. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran model tatap muka yang selama ini telah dijalankan  terpaksa harus dihentikan untuk sementara waktu sampai dengan virus COVID-19 benar-benar tidak menghantui negeri ini. Dan sebagai pengganti model pembelajaran tatap muka adalah model pembelajaran jarak jauh.

            Banyak model pembelajaran jarak jauh yang ditawarkan kepada para guru dan peserta didik. Misalnya google classroom, Padlet, edmudo, telegram, whatsapp dan lain lain. Salah satu aplikasi pembelajaran yang paling sederhana dan sangat dekat dengan peserta didik saat ini adalah whatsapp. Sebuah aplikasi media sosial yang mudah penggunaannya dan tidak banyak menghabiskan memori dalam handphone. Disamping itu aplikasi whatsapp ini juga dianggap mampu untuk mentransfer data secara cepat, baik data yang berbentuk gambar, video maupun dokumen. 

             Problema Pembelajaran

            Dengan munculnya era pandemi ini,   seakan-akan semangat belajar yang selama ini telah kami bangun bersama-sama mulai memudar sedikit demi sedikit. Kerjasama yang dilakukan oleh guru, siswa, orang tua dan masyarakat  dalam mengawal peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya mulai mendapatkan hambatan.

            Problem  yang harus dihadapi peserta didik ketika melaksanakan pembelajaran jarak jauh di madrasah kami antara lain ketersediaan paket data kuota yang dimiliki sebagian peserta didik terbatas untuk bisa mengakses materi pembelajaran terutama data yang berupa audio dan video.  tanpa audio dan video materi pembelajaran tidak akan bisa tersampaikan dengan maksimal. Idealnya dalam kegiatan pembelajaran harus ada interaksi dua arah, yaitu guru dan siswa. Memang yang terjadi sekarang ini ada  komunikasi dua arah akan tetapi terkendala dengan perangkat yang ada.

            Problem yang lain yang dihadapi adalah kondisi siswa ketika belajar dirumah dan dimadrasah sangatlah berbeda, meskipun pada hakekatnya mereka juga sedang melakukan aktifitas belajar. Tetapi sesungguhnya ketika di madrasah peserta didik akan selalu mendapatkan bimbingan dan pengawasan secara langsung dari bapak dan ibu guru. Sedangkan saat dirumah jarang sekali orang tua yang sempat mengawasi putra putrinya secara utuh dan kontinyu.

            Problem lainnya yang sering dialami guru saat memberikan pembelajaran jarak jauh adalah respon peserta didik yang tidak tepat waktu. Sehingga bapak ibu guru harus rela dan sabar menunggu respon peserta didik sampai larut malam.

            Problem yang lebih parah lagi adalah para peserta didik tidak memberikan respon sama sekali. Untuk problem yang satu ini ada beberapa argumen yang dijadikan alasan oleh peserta didik. Mereka beralasan tidak mempunyai kuota, hp sedang lowbatt, sinyal yg kurang kuat. Akan tetapi ada alasan lain  yang sangat mengejutkan, yaitu mereka malas belajar.  Problem inilah yang paling ditakutkan oleh bapak dan ibu guru. Semangat belajar mereka telah hilang, keinginan masuk sekolah juga sudah tidak mereka miliki. Mereka telah jenuh dengan kondisi ini.

Membangun Motivasi

            Kita sebagai guru tidak boleh menyalahkan siapapun dalam keadaan seperti ini. Yang jelas, sekarang tugas berat yang harus diemban oleh para pendidik adalah membangun kembali motivasi mereka untuk mau belajar. Keinginan untuk mau bersekolah juga perlu ditanamkan kembali.

            Beberapa alternatif  yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan untuk membangun semangat belajar peserta didik di masa pandemi ini diantaranya:

1.    Guru menentukan tujuan pembelajaran dengan jelas kepada peserta didik sehingga mereka mengetahui tujuan mereka melakukan pembelajaran secara pasti;

2.    Guru hendaknya memberikan materi esensial yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Karena di masa pandemi ini focus pembelajaran bukan untuk menyelesaikan target kurikulum (menghabiskan materi pembelajaran) melainkan menyampaikan materi yang mereka butuhkan untuk menghadapi situasi pandemi sekarang ini. 

3.    Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan peserta didik. Karena peserta didik saat ini sedang menghadapi situasi sulit akibat pandemi, jangan sampai mereka lebih terbebani lagi dengan memikirkan materi pembelajaran yang sulit dicerna.

4.    Melakukan pendampingan secara berkelanjutan dengan peserta didik atau dengan orang tua melalui grup whatsapp atau media sosial lainnya, dengan tujuan untuk selalu menjaga  komunikasi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang timbul selama pembelajaran jarak jauh ini.

5.    Sedangkan untuk mengatasi masalah keterbatasan kuota kita bisa melakukan kerjasama dengan masyarakat sekitar  yang dianggap mampu dengan cara berbagi kuota internet melalui Wifi secara gratis atau cuma-cuma.

     Untuk mencapai itu semua bukanlah hal yang mudah dan juga bukan hal yang tidak mungkin. Peranan guru, siswa, orang tua dan masyarakat adalah hal yang penting untuk senantiasa ditingkatkan secara berkelanjutan. Pembelajaran terhadap peserta didik  tidak boleh berhenti. Dengan ketekunan, kesabaran, dan menjaga komitmen perlahan namun pasti semangat belajar peserta didik akan segera terbangun kembali, dan prestasi akan terukir kembali.

Komentar